Sekolah-sekolah Fashion Design Terbaik di Singapura

Photo by mandiberg

Perempuan selalu ingin terlihat cantik dan industri fashion mempesona sebagian besar dari kita. Sementara itu akan menjadi mimpi yang menjadi nyata bagi banyak orang untuk terlihat seperti model runway dan menjadi bagian dari industri fashion, yang merupakan jalur yang diberikan kepada yang cantik, ramping tapi merasa lapar terus menerus . Ada jalan lain dalam jangkauan kita untuk bergabung dengan industri fashion, seperti masuk ke desain fashion, merchandising fashion, iklan fashion, pengembangan produk, visual merchandising dll

Sekolah fashion design akhir-akhir ini semakin populer di Singapura. Pernah dipandang sebagai lahan pembuangan bagi mereka yang tidak bisa belajar, mereka sekarang dipandang sebagai alternatif yang baik untuk studi akademis bagi mereka yang mempunyai keterampilan untuk unggul dalam dunia fashion. Di Singapura, ada empat sekolah swasta utama yang menyediakan pendidikan fashion - Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA), Lasalle College of the Arts (Lasalle), Raffles Design Institute (RDI), dan First Media Design School (First Media).

Di sekolah-sekolah ini,  kamu bisa magang di rumah mode, dan bahkan mengambil bagian dalam acara fashion di luar negeri. Misalnya, lulusan NAFA yang mengambil bagian dalam Fashion Week Graduate (GFW) di London tahun ini (2012), acara lulusan fashion terbesar di dunia, menampilkan bakat desain baru dari seluruh dunia untuk rumah mode teratas dan pers internasional.

Pemerintah Singapura juga mendukung pengembangan bakat baru dengan Singapore Designer Attachment Programme , yang menempatkan desainer yang baru dengan perusahaan mentor untuk setidaknya 12 bulan.

Kursus yang Ditawarkan

NAFA menawarkan BA (Hons) Fashion, diberikan oleh University of East London.  Biaya S$ 19.000, itu adalah kursus satu tahun, dan mulai pada bulan Juli. Pendaftaran dibuka dari Februari-April, dan memerlukan diploma Fashion Design NAFA Desain atau setara, serta portofolio dan wawancara. Juga menawarkan BA (Hons) Fashion and Marketing dengan persyaratan dan biaya yang sama.

Lasalle menawarkan BA (Hons) Fashion Design and Textiles diberikan oleh Goldsmiths, University of London. Biaya S$21,000 per tahun, kursus ini berjalan selama 3 tahun, dan mulai di bulan Agustus. Pendaftaran dibuka mulai dari Okt-April dari tahun sebelumnya, dan memerlukan minimum 2 lulus pada A Level dan General Paper (atau setara), dan portfolio seni dan desain. LaSelle juga menawarkan gelar BA (Hons) Fashion Media dan Industries, yang berfokus pada sisi bisnis dari industri fashion, pada harga yang sama dan dengan persyaratan yang sama.

RDI menawarkan Bachelor of Design (Fashion Design) yang mana berjalan selama 3 tahun, biaya S$28,000 per tahun. Ada 4 siklus setiap tahun pada bulan Jan, Apr Jul and Okt. Persyaratan masuk adalah 3 kredit  ”O” Level atau 5 kredit “N” Level.

First Media menawarakan Advanced Diploma dalam Fashion Design and Merchandising dengan biaya S$36,380, seterusnya BA (Hons) dalam Fashion/Fashion&Textile Design dengan University of West England, Bristol (biaya tidak diketahui) selama 3 tahun.

Bahkan beberapa sekolah swasta utama telah bergabung untuk menawarkan kursus fashion. Sebagai contoh, Management Development Institute of Singapore (MDIS), salah satu sekolah swasta terbesar di Singapura, menawarkan School of Fashion & Desain, BA (Hons) Fashion Design dan BA (Hons) in Fashion Marketing & Branding oleh Nottingham Trent University, Inggris. Ini adalah program 3-tahun dengan biaya sekitar S$ 33.000 – S$ 35.000, dan mulai pada bulan September. Kursus ini membutuhkan 2 ‘A’ Level atau diploma lain yang berkaitan di Fashion atau Marketing.

Jika kamu punya sedikit waktu atau budget yang terbatas, periksa artikel Be a Fashion Mogul in three months or less!. Kalau kamu tertarik, ada juga beberapa beasiswa untuk belajar fashion. Lihat artikel “Money No Enough – Get someone else to pay for your studies“.

Jadi apa yang kamu tunggu? Waktunya berjalan dengan angkuh dan menjadi fashion guru yang ditunggu-tunggu oleh dunia.

About the Author

Weej is an ex-banker who regretted her career choice and is now forcibly trying to do a U-turn into writing and/or education.

  • Inge

    LASALLE bagus banget kampusnya!!

comments powered by Disqus