Dari PRT Jadi CEO – Tidak Mustahil!

 

photo credit: Zaqqy J. via photopin cc

photo credit: Zaqqy J. via photopin cc

Ingat artikel kami tentang Aidha Microbusiness School? Meskipun kamu bermula sebagai seorang pembantu rumah tangga (PRT), kamu tidak harus selamanya menjadi PRT. Inilah kisah seseorang yang telah berhasil berubah dari seorang PRT menjadi CEO!

Rebecca Bustamante adalah seorang wanita Filipina dari keluarga miskin, anak ketujuh dari 11 bersaudara. Ibunya meninggal dunia ketika ia berusia 18 tahun dan ayahnya tidak mempunyai pekerjaan tetap, jadi ia harus bekerja untuk membantu mencari nafkah untuk saudara-saudaranya. Pada umur 19 tahun, ia sampai di Singapura untuk bekerja sebagai PRT. Rebecca juga mendaftarkan diri untuk belajar akuntansi di Open University Singapore Institute of Management (SIM) dan tanpa sepengetahuan majikannya, akhirnya lulus dari program sarjana.

Bagaimana caranya? Setiap malem, setelah jam 11 ketika semua orang sudah tidur, ia bekerja hingga pukul 1 pagi, meskipun hari-harinya mulai pada jam 5 pagi. Selama satu hari cutinya tiap bulan, ia akan bertemu dengan para dosennya untuk memperoleh semua pekerjaan rumah untuk sebulan ke depan. Setelah itu, Rebecca bekerja sebagai suster anak di Kanada sambil belajar untuk gelar master’s di bidang Akuntansi dan Marketing di Ryerson University, Ontario. Dengan gelar master’s, ia pun bisa bekerja sebagai seorang eksekutif di bidang marketing, dan akhirnya mendirikan firma rekruitmennya sendiri, High-Q Personnel. Sekarang, ia adalah pendiri dan presiden sebuah agensi rekruitmen multinasional bernama Chalre Associates, yang merekrut kandidat untuk posisi-posisi manajemen senior.

Kemampuannya untuk menjalani semua hal tersebut berasal dari keinginan yang sederhana, yaitu membantu saudara-saudaranya dan membiayai mereka sekolah. Dengan tujuan itu, ia mendorong dirinya untuk bekerja sekeras mungkin, dan akhirnya keluar dari kemiskinan untuk menjadi CEO. Pengalamannya menjadi sebuah harapan bagi banyak orang yang lahir dalam lingkungan yang kurang mampu – kamu bisa membaca ceritanya di sini. Jangan putus asa – selalu ada jalan keluar kalau kamu sangat menginginkannya.

Remember our earlier post about the Aidha Microbusiness School, and how, even though you may have to start out as a domestic maid to get out of poverty, it need not be forever? Well, here’s somebody who really did it and made it!

CEO Rebecca Bustamante was a Filipino from a poor family, the seventh child in a family with 11 siblings. Her mother had died when she was 18 and her father had no steady job, so she had to work to help feed her siblings. At age 19, she came to Singapore to work as a domestic helper. She also enrolled herself to study Accounting at the Open University of Singapore Institute of Management (SIM) and finished her undergraduate studies without her employer realizing it.

How did she do it? At night, after 11pm when everyone was sleeping, she studied till 1 am, even though her day usually started at 5 am the next day. On her day off once a month, she would meet her professors and get her month’s worth of homework. Rebecca then worked for four years as a nanny in Canada while pursuing her graduate degree in Accounting and Marketing at Ryerson University in Ontario. With her master degree, she was able to work as a marketing executive, and later on founded her own recruitment firm High-Q Personnel. She is now the founder and president of a multinational recruitment agency Chalre Associates, which recruits for senior management executive positions.

Her ability to endure such an arduous journey was grounded in a simple need to help her siblings and send them to school. With that goal in mind, she pushed herself to the limit, and found a way out of poverty to become a CEO. Her shining example is a beacon of hope for many born to underprivileged circumstances – you can read her story here. Take heart – there is a way out if you want it hard enough.

About the Author

Weej is an ex-banker who regretted her career choice and is now forcibly trying to do a U-turn into writing and/or education.

Artikel Terbaru

  • Gwen

    huaaa menakjubkan banget sih

comments powered by Disqus