Bekerja Di Singapura: Implikasi Foreign Quota dari Anggaran 2013 Singapura

Job

photo credit: the Italian voice via photopin cc

Anggaran baru 2013 Singapura akan mempersulit orang asing untuk mencari pekerjaan. Bukan hanya akan batas upah pekerja asing naik untuk Work Permit dan S-Passes (Lihat Artikel “Semua tentang visa kerja di Singapura“), kuota asing untuk sektor jasa dan kelautan juga akan dipotong. Ini berarti restoran, toko-toko ritel dan perusahaan kelautan tidak punya pilihan selain mengurangi jumlah pekerja orang asing.

Peningkatan upah asing pada S-Pass dari waktu ke waktu:

The new Budget 2013 in Singapore will be hitting foreigners looking for a job hard. Not only will foreign worker levies go up for Work Permits and S-Passes (See Article “You Need A Pass to Work in Singapore” to understand more about the different work visas), foreign quotas for the services and marine sectors will also be cut. This means restaurants, retail shops and marine engineering firms will have no choice but to hire fewer foreigners.

Increases over time in S-Pass foreign levies:


S-Pass Foreign Levies

Current July 2013 July 2014 July 2015
If foreign workers comprise up to 10% of total staff
$250 $300 $315 $330
If foreign workers comprise 10-25% of total staff
$390 $450 $550 $650

Reduction over time in S-Pass foreign worker quotas:

Industry Current Quota Changes
Manufacturing 60% No change
Services 45% overall S-Pass 20%
40% overall S-Pass reduced to 15%. For new applications, effective 1 Jul 2013. For existing/renewal applications, effective 1 Jul 2015
Construction 1 local : 7 foreigners No change
Process 1 local : 7 foreigners No change
Marine 1 local : 5 foreigners Reduce to 1 local: 4.5 foreigners (from 1 Jan 2016)
Reduce to 1 local: 3.5 foreigners (from 1 Jan 2018)

Selain itu, tingkat upah minimum telah disesuaikan untuk S-Pass. Pada tahun 2012, kualifikasi gaji untuk kuartil terendah E-Pass dinaikkan dari S$ 2,800 menjadi S$ 3,000. Dalam kesempatan terakhir, gaji kualifikasi S-Pass akan dinaikkan dari S$2,000 sampai S$2,200 efektif 1 Jul 2013, dan pekerja yang lebih tua dan lebih berpengalaman juga akan dipengaruhi oleh sistem baru berjenjang dengan kualifikasi gaji yang lebih tinggi.

Apa artinya ini bagi kamu? Artinya, pertama, majikan tidak bisa mempekerjakan banyak pekerja asing dalam segmen S-Pass, karena mereka dibatasi oleh kuota, dan kedua, mereka harus bersedia untuk membayarmu lebih banyak untuk memenuhi upah minimum untuk S-Pass (minimal S$2,200) dan E-Pass (minimal S$3,000). Lebih banyak uang kedengarannya bagus, bukan? Tapi itu juga berarti kamu lebih mahal, dan karena itu kurang menarik bagi majikan.

Jadi bagaimana kamu mengatasi lingkungan kompetitif yang baru ini? Apakah kamu masih datang ke Singapura untuk sekolah, meskipun sekarang lebih sulit untuk mencari pekerjaan di sini? Apa yang harus kamu lakukan untuk membuat dirimu lebih menarik bagi calon majikan, sampai mereka memilihmu di antara yang lain, meskipun lebih mahal?

Apa yang harus dilakukan?

1. Sekolah atau tidak?

Kualifikasi pendidikan adalah titik awal untuk memperoleh pekerjaan, baik di Singapura, atau kembali ke negara asal kamu, atau tempat lain di dunia. Memang lebih sulit untuk mendapatkan pekerjaan di Singapura sekarang, tetap pendidikan tetaplah penting. Indonesia, khususnya, berkembang  sangat pesat, dan membutuhkan orang-orang yang telah dilatih dalam berbagai keterampilan, akademik atau kejuruan. Asia juga merupakan wilayah pertumbuhan yang sangat membutuhkan orang-orang berbakat. Jika kamu masih muda dan bebas berpergian, dunia adalah pasar kerjamu!

Lebih penting lagi, jika kamu bertujuan untuk bekerja di Singapura, kamu perlu kualifikasi setempat untuk mendapatkan S-Pass atau E-Pass, visa kerja untuk tingkat menengah sampai tingkat tinggi pekerja asing terampil.

2. Cobalah magang

Selama liburan, cobalah magang daripada liburan lagi. Bukan pekerjaan $5 per jam di McD, tapi pekerjaan yang dapat memberikan pengalaman dalam bidang yang ingin kamu kerjakan. Meskipun gaji kecil, atau sama sekali tidak dibayar, pengalaman yang diperoleh akan terlihat baik pada resume, dan siapa tahu, bos mungkin akan ingat kamu ketika kamu lulus dan mulai mencari pekerjaan. Yang penting adalah untuk mendapatkan jalan masuk. Hal ini sangat penting bagi orang asing di sekolah swasta, yang tidak boleh magang. Beberapa program sekolah termasuk magang – carilah yang seperti itu.

3. Network network network

Semua orang bilang, bukan urusan apa yang kamu tahu, tetapi siapa yang kamu kenal. Banyak lowongan yang belum sampai iklan, sudah diisi. Perusahaan tidak ingin menghabiskan biaya untuk pasang iklan. Beberapa lowongan pun hanya beredar dari mulut ke mulut. Jadi networklah, di pameran karir sekolah, social event, LinkedIn, bahkan Facebook. Kamu mungkin sudah mendengar tentang pekerjaan itu sebelum satu juta orang lainnya.

4. Tulislah resume dengan benar

Jangan hanya menulis nama, kualifikasi pendidikan, dan daftar panjang seluruh Kegiatan Ekstrakurikuler (CCA) kamu. Pendek dan to the point (cobalah tidak lewat 2 halaman), dan kamu harus menyesuaikan resume sesuai target calon majikanmu. Jangan pernah mengirim resume generik yang kamu cetak dan kirim ke 10.000 perusahaan lain. Bantulah majikanmu memahami bagaimana program dan kegiatanmu dapat membantu usahanya. Juga, periksa kata-kata yang harus kamu hindari dalam resume kamu.

Yang paling penting, tidak ada salah ketik. Sebuah resume yang baik dapat dibunuh oleh salah ketik. Itu menyatakan bahwa kamu ceroboh, atau tidak menganggap pekerjaan tersebut penting. Tidak akan ada yang mau mempekerjakan seseorang dengan kualitas seperti itu.

5. Pertajam teknik wawancara Anda

Bahkan resume terbaik dapat dikalahkan oleh sebuah wawancara, ngomong tidak jelas dan tanpa tatapan mata. Masuk ke ruang wawancara dipersiapkan dengan setidaknya tiga hal: 1) pengetahuan tentang latar belakang perusahaan dan industri, 2) apa yang Anda pikir bahwa Anda dapat berkontribusi 3) beberapa pertanyaan yang baik untuk ditanyakan ke majikan ketika ia sampai ke bagian “Apakah Anda memiliki pertanyaan untuk saya? “. Bahkan jika dia tidak sampai ke bagian itu, Anda dapat bertanya dengan sopan apakah Anda bisa mengetahui lebih lanjut. Intinya adalah untuk membuatnya terdengar seperti Anda tertarik pada perusahaan dan untuk membuatnya lebih dari sebuah percakapan, bukan interogasi sepihak oleh majikan. Dan tolong, jangan tanya “Berapa gaji saya?”.

Ingat untuk mendapatkan kartu nama dari pewawancara, sehingga Anda dapat mengirim email terima kasih setelah itu, biasanya untuk memastikan nama Anda berada di di pikirannya bukannya di dalam tumpukan besar resume. Hal-hal kecil sangatlah penting.

6. Bersedia melakukan dinas keluar

Orang Singapura itu senang sekali berada di rumah. Kebanyakan tidak ingin dikirim ke luar negeri, terutama ke negara yang kurang berkembang. Bagi kamu yang sudah sekolah di Singapura, ini harusnya bukan masalah, malah menjadi keuntungan!

7. Dapatkan E-Pass

Tidak ada kuota, dan tidak ada batas upah. Namun, kamu harus menghasilkan setidaknya S$3,000 untuk memenuhi syarat untuk visa kerja. Untuk lulusan baru yang akan dibayar jumlah ini, kamu harus sangat, sangat berkesan!

8. Gunakan peluang 16% kontribusi CPF

Di Singapura, majikan harus memberikan kontribusi 16% dari gaji bulanan untuk dana pensiun pemerintah (CPF) untuk karyawan lokal. Hal ini tidak berlaku untuk orang asing. Ini berarti bahwa penduduk setempat akan dikenakan biaya 16% lebih dari orang asing sebelum mempertimbangkan pungutan dan kuota.

Furthermore, the minimum salary levels have been adjusted for the S-Pass. In 2012, the qualifying salary for the lowest rung E-Pass was adjusted from S$2800 to S$3000. In this latest round, S-Pass qualifying salary will be adjusted from S$2000 to S$2200 effective 1 Jul 2013, and older and more experienced workers will also be affected by a new tiered system of higher qualifying salaries.

What does this mean for you? It means, firstly, employers cannot hire so many of you for the S-Pass segment, as they are limited by the quota, and secondly, they have to be willing to pay you more to meet the minimum qualifying salary to get an S-Pass (minimum S$2,200) and E-Pass (minimum S$3,000). More money sounds good, doesn’t it? But that also means you are more expensive, and therefore less attractive to an employer.

So how do you cope in this new competitive environment? Do you still come to Singapore to study, since it’s harder to find a job here now? What must you do to make yourself more attractive to employers that they would choose you amongst many others, even if you are more expensive now?

What to do?

1. Study or Not?

Education qualifications are the starting point to securing a job, whether in Singapore, back in your home country, or anywhere else in the world. Regardless of whether it’s now more difficult to get a job in Singapore, it’s still important to get an education. Indonesia, in particular, is growing rapidly, and in need of people who have been trained in skills, academic or vocational. Asia is also a strong growth area with need of talented people. If you’re young and footloose, the world is your job market.

More importantly, if you are aiming for a job in Singapore, you need tertiary qualifications if you want to come in on the S-Pass or E-Pass, which are work visas for the mid-level to high-level skilled foreign workers.

2. Grab your internships

Get out there – during holidays, get a job instead of going on holiday. Not the $5 an hour MacJob type, but a job that can give you experience in the field that you want to join. Even if it doesn’t pay well, or pay at all, the experience gained will look good on your resume, and who knows, the boss may remember you when you graduate and come knocking at his door. The important thing is to get a toe in… This is particularly important for foreigners in private schools, where working is not allowed.  Some courses include internships – look for those.

3. Network network network

Like they say, it’s not what you know, it’s who you know. Many jobs do not even get to the advertisement stage before they’ve been snapped up. Companies do not like to spend money on job advertisement since it’s just more cost to them. Some jobs are just by word of mouth. So network away, at school career fairs, society events, LinkedIn, even Facebook. You may just hear of that job before a million others do.

4. Write your resume right

Don’t just write your name, your education qualifications, and a whole long list of your Extra Curriculum Activities (ECA). Keep it short and straight to the point (try not to go beyond 2 pages), and you must shape your resume to your target employer. Don’t ever send a generic resume that you printed out and sent to 10,000 companies. Make the employer understand how your courses and activities can help his business. Also, check out words you should avoid in your resume.

Most important of all, no typos. A good resume can be killed by a typo. It says you are either careless, or can’t be bothered. No one wants to hire someone with those qualities.

5. Brush up on your interview technique

Even the best resumes can be defeated by a slouchy, no-eye contact mumbly interview. Enter the interview room prepared with at least three things: 1) background knowledge of the company and the industry it’s in, 2) what you think you can contribute 3) a couple of good questions to ask the employer when he gets to the “Do you have any question for me?” part. Even if he doesn’t get to that part, you should politely ask him if you could find out more. The point is to make it sound like you are interested in the company and to make it more of a conversation, rather than a one-sided interrogation by the employer. And please, the question should not be “How much is the pay?”.

Remember to get a name card from the interviewer, so you can send a thank you email after that, mostly to make sure your name stays somewhere in his mind instead of inside that huge pile of resumes. Little things count.

6. Be willing to travel

Singaporeans are a homely bunch. Most do not like to be posted overseas, especially to less developed, emerging markets. For those of you who have uprooted yourselves to study in Singapore, this should not be a problem. You should turn it into an advantage.

7. Go for the E-Pass

That has no quota limit, and attracts no foreign levy. However, you will have to earn at least S$3,000 to qualify for this work visa. For a new graduate to be paid this amount, you will have to be very, very impressive.

8. Tap the 16% CPF contribution leeway

In Singapore, the employer has to contribute 16% of the monthly salary to the government pension fund (CPF) for the local employee. It is not applicable to foreigners. This means that locals will cost 16% more than foreigners before levies and quotas are considered.

Basic Pay $2200 $2500 $2800 $3000 $4000 $5000
16% CPF $352 $400 $448 $480 $640 $800
Cost of Local $2552 $2900 $3248 $3480 $4640 $5800
Up to 10% of total staff 
Cost of Foreign Worker
2013 $2500 $2800 $3100 $3300 $4300 $5300
2014 $2515 $2815 $3115 $3315 $4315 $5315
2015 $2530 $2830 $3130 $3330 $4330 $5330
10-15% of total staff 
Cost of Foreign Worker
2013 $2650 $2950 $3250 $3450 $4450 $5450
2014 $2750 $3050 $3350 $3550 $4550 $5550
2015 $2850 $3150 $3450 $3650 $4650 $5650

Jika Anda memperhitungkan pungutan untuk orang asing, dan tingkat kontribusi 16% untuk penduduk setempat, Anda dapat melihat bahwa pada tahun 2015, dengan S-Pass, pada tingkat gaji yang lebih rendah, Anda hanya sedikit lebih murah daripada penduduk setempat jika orang asing di perusahaan kurang dari 10%, dan Anda lebih mahal daripada penduduk setempat jika orang asing berjumlah 10-15% di perusahaan. Tetapi pada gaji yang lebih tinggi dari $4000, Anda akan lebih murah daripada penduduk setempat.

Hal ini membuat E-pass bahkan lebih diinginkan, karena tidak menarik kuota atau retribusi, sehingga Anda pasti akan lebih murah daripada lokal dengan gaji di atas $3000.

9. Mendirikan perusahaan Anda sendiri

Jika Anda kehabisan waktu, visa pelajar Anda akan segera kedaluwarsa, dan Anda masih belum mendapatkan pekerjaan, Anda selalu dapat mengumpulkan beberapa teman dan keluarga, meminta $50000 dari mereka, dan memulai perusahaan Anda sendiri. EntrePass adalah izin kerja bagi para pemilik usaha yang memulai bisnis baru di Singapura, sesuai dengan persyaratan tertentu (Lihat artikel “You Need A Pass to Work in Singapore”). Mengapa bekerja untuk orang lain jika Anda mampu bekerja untuk diri sendiri di Singapura?

Namun, pada akhir hari, jika Anda sedang mencari pekerjaan, satu-satunya cara Anda dapat membedakan diri dari lokal adalah kegiatan yang Anda lakukan di sekolah Anda, prestasi selama magang Anda, dan bagaimana mereka dapat menjadikan hal tersebut menjadi pengalaman yang relevan di perusahaan. Ini berarti, selama hari-hari sekolah Anda, tidak seperti lokal yang dapat menghabiskan hari-harinya berhibernasi di perpustakaan, Anda harus belajar dan bekerja keras di non-kegiatan sekolah untuk mencapai pengalaman kerja yang bersinar. Dan sikap Anda, itu yang selalu membantu.

NB: Untuk tips resume writing/interview, SekolahSG akan segera memulai halaman premium dengan Bapak HR menjawab pertanyaan, dan menawarkan saran yang lebih pribadi. Akan Datang!

If you take into account the levies for foreigners, and the 16% contribution rate for locals, you can see that by 2015, with the S-Pass, at lower salary levels, you are only slightly cheaper than the locals if there are less than 10% foreigners in the company, and you are more expensive than the locals if there are 10-15% foreigners in the company. But at salaries higher than $4,000, you will be cheaper than the locals.

This makes the E-pass even more desirable, because it does not attract any quota or levy, so you will definitely be cheaper than the local above $3000.

All things being equal, the employer will usually pick the local if your costs are the same or only slightly less. So, the higher paying the job, the better your chances…..

9. Set up your own company

If you are running out of time, your student visa is expiring soon, and you still haven’t found a job, you can always gather some friends and family, beg $50,000 off them, and start your own company. The EntrePass is an employment pass for business owners starting a new business in Singapore, subject to certain requirements (See article “You Need A Pass to Work in Singapore”). Why work for others if you can afford to work for yourself in Singapore?

Still, at the end of the day, if you are looking for a job, the only way you can differentiate yourself from the local will be in the activities that you did in your school, achievements during your internship, and how they can translate into relevant experience in the company. This means, during your school days, unlike the local who can spend his days hibernating in the library, you will have to study and work hard in non-school activities to achieve that glowing work experience. And attitude, that always helps.

NB: For more resume-writing/interview tips, SekolahSG will be starting a premium page soon with Mr HR answering questions, and offering more customized advice. Akan datang!

 

 

About the Author

Weej is an ex-banker who regretted her career choice and is now forcibly trying to do a U-turn into writing and/or education.

Artikel Terbaru

comments powered by Disqus