Apa Rasanya Kerja di Singapura?

Mr HR

Memang apa rasanya, sih, kerja di Singapura? Orang nggak bilang Singapura adalah lingkungan yang serba cepat tanpa alasan. Ini adalah ranah perekrutan global, dengan banyak kebangsaan yang berbeda, atau, seperti kata penduduk lokal,  ”foreign talent”, yang bekerja di sini. Akibatnya, orang cenderung agak kompetitif dan akan bekerja berjam-jam hanya untuk mengalahkan orang lain.

Pekerjaan jam 9 ​​sampai 5 yang tersisa sangatlah terbatas. Kebanyakan orang bekerja 10 12 jam sehari, dan untuk beberapa industri (misalnya perusahaan akuntansi), makan malam di tempat kerja adalah hal biasa. Dengan email dan smartphone, kadang-kadang bahkan di akhir pekan waktu istirahat pun menjadi terbatas, meskipun itu cenderung lebih jarang, untungnya. (Kecuali kamu bekerja di bidang servis atau industri makanan dan minuman, yang lebih sibuk justru di akhir pekan.)

Secara tradisional, orang Asia pada dasarnya lebih tidak suka mengekspresikan diri, biasanya menunduk kepala dan melakukan pekerjaan mereka diam-diam dengan harapan kerja keras mereka dapat memberi hasil, terutama pada bonus akhir tahun. Namun, dengan semakin banyak orang Barat yang bekerja di antara kita, orang harus belajar untuk berbicara lebih banyak, lebih membawa diri, lebih “mamer”…. Jadi sekarang, kamu tidak hanya perlu untuk menjadi baik di tempat kerja kamu, tetapi penting juga untuk memiliki kemampuan presentasi yang baik. Hal ini pun bukan hal yang buruk, karena para bos biasanya terlalu sibuk untuk memperhatikan kamu kalau kamu diam saja.

Apakah terdengar cukup seram? Tunggu, masih ada lagi. Mengingat aturan baru untuk pekerja asing (lihat artikel “How to Cope with Singapore’s new foreign worker quota“), sekarang makin sulit untuk mendapatkan pekerjaan di Singapura. Mencari tempat tinggal juga mahal, karena properti yang booming, dan sebagian besar pengusaha telah memperketat pada tunjangan untuk karyawan asing.

Jadi, mengapa kamu masih ingin bekerja di Singapura?

Yah, pertama, Singapura adalah pusat utama Asia – pusat penerbangan, pusat media, sebuah pusat manajemen aset, pusat perbankan swasta, pusat ekspedisi … Jadi ada banyak perusahaan internasional di sini, terutama di sektor keuangan, yang menawarkan banyak kesempatan. Jika kamu ingin membangun pengalaman di panggung internasional, inilah tempatnya.

Kedua, gaji yang lumayan di sini, pasti jauh lebih baik daripada di negara-negara ASEAN lainnya, dan prospek promosi yang baik jika kamu pekerja yang baik.

Ketiga, Singapura adalah tempat yang nyaman untuk tinggal. Aman, sehingga kamu tidak perlu khawatir gimana balik ke rumah jika lembur (yang pastinya kamu lalui), makanan ada di mana-mana dan bervariasi, transportasi publik yang efisien , dan ada banyak hiburan seperti belanja larut malam, bioskop, pub, restoran, dll.

Bekerja di Singapura seperti bekerja di kota besar, tetapi dengan perasaan lokal. Bagi kamu yang pingin melangkah ke dunia yang lebih besar, Singapura adalah tempat yang baik untuk mulai. Jika kamu memiliki pertanyaan tentang bekerja di Singapura, kamu dapat membuka Mr HR Page kami: segera hadir!

People don’t say Singapore is a fast-paced environment for nothing. It is a global hiring ground, with many different nationalities, or as the locals call it, “foreign talent”, working here. As a result, people tend to be rather competitive and will work long hours just to beat the next guy.

There are very few 9 to 5 jobs left anymore; most people work 10- to 12-hour days, and for some industries (e.g. accounting firms), having supper at work is a usual occurrence. With emails and smartphones, even weekends are sometimes not off-limit, although that tends to be more the exception than the norm, thank goodness. (Unless you work in the service or Food & Beverage (F&B) industry, which is more weekend-based.)

Traditionally, being Asian, people were less vocal, usually keeping their heads down and doing their work quietly in the hope that the year-end bonus would reflect their hard work. However, with the more vocal Westerners working in our midst, people have learnt to speak up more, present more, show-case more…. So now, not only do you need to be good at your work, it is also important to have good presentation skills. This is in itself not a bad thing, as bosses are usually too busy to notice you unless you speak up.

Does it sound scary enough yet? Wait, there’s more. Given the new rules on hiring foreign workers (see Article “How to Cope with Singapore’s new foreign worker quota“), it’s harder now to get a job in Singapore. Finding a place to stay is also expensive, due to the property boom (many call it “bubble”) that has taken place, and most employers have been cutting down on perks for foreign hires.

So why do you still want to come to Singapore to work?

Well, firstly, it is a major Asian centre – Singapore is an aviation hub, a media hub, an asset management hub, a private banking hub, a shipping hub… So there are many international companies here, particularly in the financial sector, offering many opportunities. If you want to build experience on an international stage, this is the place to be.

Secondly, the jobs here pay well, certainly much better than in the other ASEAN countries, and promotion prospects are good if you are good at what you do.

Thirdly, it’s an easy place to live in. It’s safe, so you don’t have to worry about getting back home if you work overtime (which you will); food is practically everywhere and a wide variety of it; public transportation is efficient; and there’s plenty of entertainment like late night shopping, movie theatres, pubs, restaurants etc.

Working in Singapore is like working in a big city in a local setting. For those of you who yearn to step into a bigger world, it’s a good place to start. If you have any questions regarding working in Singapore, you can check out our Mr HR Page, coming soon!

About the Author

Weej is an ex-banker who regretted her career choice and is now forcibly trying to do a U-turn into writing and/or education.

Artikel Terbaru

  • sil ^^

    wow! it was impressed me ^^

comments powered by Disqus